Tuesday, 28-04-09 15:36
christina :
testing strategy
Jakarta, 25/10 (ANTARA) - PT Triputra Agro Persada beserta enam anak perusahaan memperoleh kredit sindikasi dari
sembilan bank sebesar 260 juta dolar AS jangka waktu lima tahun dan dengan bunga Sibor 4,5 persen per tahun.
Fasilitas sindikasi tersebut didukung oleh DBS Bank, OCBC Bank, Standard Chartered Bank, Rabobank, Bank Of
Tokyo-Mitsubishi, UOB Bank, ANZ Panin Bank, Indonesia Eximbank dan OCBC NISP Tbk.
Direktur Utama PT Triputra Agro Persada Group, Arif P Rachmat kepada pers di Jakarta, Selasa mengatakan, fasilitas
kredit yang ditujukan untuk tujuh perusahaan akan digunakan untuk pengambilalihan pembiayaan bilateral lima kebun
kelapa sawit yang sudah menghasilkan.
Selain itu penambahan pengembangan penanaman kelapa sawit dan pembangunan dua pabrik minyak kelapa sawit
(Crude Palm Oil/CP0) dengan total kapasitas olah sebesar 75 metrik ton TBS per jam dalam jangka waktu tiga tahun
mendatang, katanya.
Dengan memperoleh fasilitas kredit ini, menurut Arif P Rachmat, maka perusahaan akan semakin memantapkan
posisinya sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet terbesar di Indonesia.
Fasilitas sindikasi ini difaslitasi oleh DBS Bank Indonesia dengan tenor fasilitas kredit tersebut lima tahun yang dapat
diperpanjang dua tahun, katanya.
Ditanya berapa dana fasilitas kredit masing-masing bank, ia mengatakan, tidak bisa menyebutkannya, namun yang
penting mereka sangat antusias memberikan dana kredit tersebut.
Perbankan menyambut baik permintaan kredit dari Triputra Agro Persada Group, ucapnya.
Sementara itu Komisaris PT Triputra Agro Persada, Toddy M Sugoto mengatakan, perusahaan yang baru tumbuh enam
tahun mampu mengembangkan usahanya dan tumbuh dengan cepat.
Perusahaan mengembangkan usahanya yang tersebar di provinsi Sumatera dan Kalimantan dengan jumlah lahan yang
dimiliki efektif sekitar 277 ribu hektar, katanya.
Jumlah lahan kelapa sawit dan karet, menurut dia yang telah tertanam sampai September 2011 sekitar 111 ribu hektar
dengan target tahun ini sekitar 50 ribu hektar.
"Melihat kemampuan kinerja penanaman kami selama ini, yakin seluruh lahah efektif akan tertanam dalam waktu tiga
tahun mendatang," ucapnya.
Karena itu akuisisi lahan kebun merupakan salah satu prioritas perusahaan, ujarnya Toddy.
Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Dani Prabawa juga mengatakan, ditengah kondisi pasar
keuangan global yang tak menentu, fasilitas kredit ini tetap memperoleh dukungan yang sangat kuat dari sektor
perbankan.
Hal ini disebabkan industri kelapa sawit adalah salah satu sektor strategis bagi Indonesia, ujarnya.
Menurut dia, posisi Indonesia sebagai penghasil kelapa sawit terbesar didunia memiliki prospek cerah, baik saat ini
maupun kedepannya.
Mengacu laporan dari Oilseed (USDA September 2011) konsumsi minyak kelapa sawit akan terus mengalami kenaikan.
Konsumsi minyak kelapa sawit di dunia saat ini mencapai 49,9 juta ton pada 2011 atau naik lima persen, tuturnya.
Antara